
Wonosari, Rabu (29/07/2026) – Bupati Gunungkidul, Ibu Endah Subekti Kuntariningsih, S.E., M.P., secara resmi membuka Lomba Cerdas Cermat (LCC) Antikorupsi Tahun 2026 Tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Gunungkidul yang diselenggarakan di Aula Tut Wuri Handayani Lantai 3, Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan yang diinisiasi oleh Inspektorat Daerah Kabupaten Gunungkidul ini merupakan bagian dari upaya membangun budaya antikorupsi melalui pendidikan karakter bagi generasi muda sejak usia dini.
Acara pembukaan dihadiri oleh Inspektur Daerah Kabupaten Gunungkidul, Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, jajaran panitia penyelenggara, dewan juri dari Penyuluh Anti Korupsi Sahabat Integritas Jogja Istimewa, guru pendamping, serta para peserta Lomba Cerdas Cermat Antikorupsi tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Gunungkidul.
Mengawali sambutannya, Bupati Gunungkidul mengajak seluruh hadirin untuk memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga seluruh peserta dan tamu undangan dapat berkumpul dalam keadaan sehat guna mengikuti kegiatan yang bertujuan membangun fondasi masa depan bangsa yang lebih bersih, jujur, dan berintegritas.
Beliau menyampaikan bahwa penyelenggaraan Lomba Cerdas Cermat Antikorupsi merupakan langkah nyata Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam menindaklanjuti ajakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui pelaksanaan Kampanye Antikorupsi Serentak Tahun 2026. Menurutnya, korupsi merupakan musuh bersama yang tidak hanya mengakibatkan kerugian keuangan negara, tetapi juga merusak tatanan moral, melemahkan kepercayaan masyarakat, serta mengancam masa depan bangsa.
Kemudian beliau menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tidak cukup dilakukan melalui penegakan hukum semata. Upaya pencegahan melalui pendidikan karakter sejak dini merupakan langkah yang jauh lebih strategis untuk memutus mata rantai korupsi. Oleh karena itu, Lomba Cerdas Cermat Antikorupsi diselenggarakan bukan hanya sebagai ajang kompetisi untuk menguji kemampuan akademik peserta, tetapi juga sebagai media edukasi yang bertujuan menanamkan nilai-nilai integritas, kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab kepada para pelajar.
Beliau berharap nilai-nilai tersebut dapat tumbuh menjadi karakter yang melekat dalam diri peserta didik. Apabila sejak di bangku sekolah mereka telah terbiasa bersikap jujur, disiplin terhadap waktu, serta berani mengatakan yang benar meskipun menghadapi tantangan, maka di masa mendatang Indonesia akan memiliki generasi penerus yang bersih, berintegritas, dan mampu menjadi pemimpin yang amanah.
Lebih lanjut, Bupati mengajak seluruh peserta untuk merenungkan pesan Proklamator Republik Indonesia, Ir. Soekarno, dalam pidatonya yang berjudul “Laksana Malaikat yang Menyerbu dari Langit: Jalannya Revolusi Kita” yang menyatakan bahwa “satunya kata dengan perbuatan, satunya mulut dengan tindakan.” Menurut Bupati, pesan tersebut mengandung makna mendalam bahwa integritas sejati tercermin dari kesesuaian antara apa yang diucapkan dengan apa yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Kejujuran bukan sekadar slogan, melainkan sikap hidup yang harus dibiasakan sejak usia dini.
Kepada seluruh peserta lomba, Bupati berpesan agar mengikuti kompetisi dengan penuh semangat juang, percaya diri, dan tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas. Menurutnya, dalam sebuah perlombaan kemenangan maupun kekalahan merupakan hal yang wajar, namun menjaga kejujuran selama proses kompetisi merupakan kemenangan yang sesungguhnya. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting dalam membentuk karakter generasi muda yang berintegritas.
Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia penyelenggara dan dewan juri yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan ini. Beliau berharap proses penilaian dapat dilaksanakan secara objektif, transparan, dan adil sehingga pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat Antikorupsi benar-benar mencerminkan nilai-nilai kejujuran dan keadilan yang menjadi tujuan utama kegiatan.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Gunungkidul secara resmi membuka Lomba Cerdas Cermat Antikorupsi Tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Gunungkidul Tahun 2026. Beliau mengajak seluruh peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya, memanfaatkan kompetisi sebagai sarana belajar, serta terus mengamalkan nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berharap budaya antikorupsi dapat tertanam sejak dini pada generasi muda sehingga lahir insan-insan yang cerdas secara intelektual, kuat secara moral, dan berintegritas dalam setiap tindakan. Semangat “Berani Jujur, Hebat!” diharapkan tidak hanya menjadi slogan selama perlombaan, tetapi juga menjadi prinsip hidup yang terus dipegang oleh seluruh peserta dalam perjalanan mereka sebagai generasi penerus bangsa.